Bengkulu — Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu. Abu yang terbawa angin ke arah barat daya dilaporkan mencapai Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, hingga Pulau Enggano.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengatakan berdasarkan informasi BMKG, tiga wilayah tersebut menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian akibat sebaran abu vulkanik. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 ribu kaki.
“Yang terdampak berdasarkan informasi BMKG ada tiga wilayah, yakni Kaur, Bengkulu Selatan, dan Pulau Enggano,” ujar Khristian, Kamis (10/9).
Dari pemantauan tim di lapangan, abu vulkanik juga mulai dirasakan langsung masyarakat Pulau Enggano. Sejumlah warga dilaporkan mengalami iritasi kulit setelah terkena abu vulkanik.
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah terdampak mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar. Warga juga diminta tetap waspada terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik.
Selain penggunaan masker, warga diminta berhati-hati saat membersihkan abu yang menempel di rumah maupun lingkungan. Abu tidak dianjurkan langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat kembali beterbangan dan terhirup.
“Untuk membersihkan abu, jangan langsung disapu. Sebaiknya disiram menggunakan air terlebih dahulu supaya abu tidak beterbangan,” jelas Khristian.
Sementara itu, Pemprov Bengkulu melalui BPBD masih melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat serta memastikan kebutuhan penanganan di lapangan.
Jika ditemukan warga yang membutuhkan bantuan, pemerintah akan menyalurkan bantuan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak. Sementara berdasarkan informasi terbaru BMKG, Kota Bengkulu hingga kini masih belum terdampak abu vulkanik.
“Untuk informasi terbaru dari BMKG, Kota Bengkulu masih nihil terdampak abu vulkanik. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan,” pungkas Khristian.

Berita Terbaru
Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal, Skrining TBC Jadi Kewajiban WNI
160 Mitra Dapur MBG Bengkulu Protes Kebijakan BGN, Siapkan Aksi 10 November Jika Tak Dipenuhi
Astronom Temukan Planet Diduga Kaya Karbon di Angkasa, Dijuluki Planet Berlian
25 Atlet Seluma Ikuti POPDA Bengkulu 2026, Turun di Lima Cabor
Desa Bukit Peninjauan II Dinilai sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026
Baznas Bengkulu Salurkan Kursi Roda untuk Lansia 58 Tahun di Seluma