Bengkulu — Perumahan Ejukha di Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, kembali terendam banjir pada Sabtu pagi (3/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Genangan air setinggi sekitar 30 hingga 60 sentimeter dilaporkan masuk ke sejumlah rumah warga, mengganggu aktivitas dan merusak perabotan rumah tangga.
Salah seorang warga, Eko, mengatakan banjir sudah menjadi persoalan rutin yang dialami penghuni perumahan tersebut setiap musim hujan. Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung selama beberapa tahun tanpa solusi nyata.
“Setiap hujan deras pasti banjir. Air masuk ke rumah, aktivitas lumpuh, bahkan kami terpaksa mengamankan barang-barang. Ini bukan kejadian pertama,” ujar Eko.
Warga menduga banjir disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai, kondisi kontur tanah, serta pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai tidak berjalan secara objektif sejak awal pembangunan perumahan.
Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya respons dari pihak pengembang terhadap berbagai keluhan yang telah disampaikan. Hingga kini, perbaikan drainase maupun penataan lingkungan dinilai belum dilakukan secara menyeluruh meski banjir terus berulang.
Tidak hanya pengembang, warga turut menyoroti peran Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai lembaga pembiayaan perumahan. Pasalnya, sebagian besar rumah di Perumahan Ejukha dibeli melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN.
“BTN menyalurkan KPR, tapi ketika perumahan bermasalah seperti ini, kami merasa tidak ada pendampingan atau perhatian,” kata Eko.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang Perumahan Ejukha Bentiring Permai belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan banjir tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak BTN juga masih terus dilakukan.
Warga berharap pemerintah daerah dapat turun langsung meninjau kondisi perumahan dan memfasilitasi penyelesaian masalah banjir yang telah berlangsung lama. Mereka menilai banjir yang berulang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengancam kenyamanan dan keselamatan penghuni.

Berita Terbaru
Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme
Polri Ungkap TPPO Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Lima Laporan Polisi Ditangani
Program Bantu Rakyat, Pemprov Bengkulu dan Baznas Salurkan Sembako untuk Lansia di Bumi Ayu
Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam
Wagub Minta ASN dan Kepala OPD Totalitas Bantu Rakyat
Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun, LKBH UIN Jakarta Soroti Praktik Poligami Siri