Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendukung inovasi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui program apel sosial yang membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Menurut Destita, program tersebut menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan mendapatkan respons langsung dari instansi terkait.
Destita juga menilai kehadiran 2.000 lebih pegawai negeri sipil pemprov Bengkulu melalui live, serta responsif nya kepala OPD dalam menjawab keluhan masyarakat menjadi pendanda solidnya birokrasi yang dibangun.
Dukungan itu disampaikan Destita saat mengikuti apel sosial melalui siaran langsung TikTok bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, pembahasan turut menyoroti progres pembangunan terminal tahap pertama dan garbarata Bandara Fatmawati Soekarno.
Destita mengapresiasi keterbukaan pemerintah provinsi dalam menanggapi persoalan masyarakat melalui apel sosial. Ia menilai keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dapat langsung memberikan penjelasan dan solusi menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.
“Ini mudah-mudahan bisa benar-benar menjadi program bantu rakyat, yang riil membantu rakyat. Jangan ragu-ragu kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan kepada Pak Gubernur, bisa melalui acara apel sosial ini,” ujar Destita.
Destita juga mengapresiasi respons OPD yang hadir dalam apel sosial dan langsung menanggapi pertanyaan warga. Ia berharap pola komunikasi terbuka tersebut terus berjalan sehingga aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti dan pembangunan Bengkulu semakin terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, sebagai anggota DPD RI, dirinya siap menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Bengkulu melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi. Aspirasi yang membutuhkan penanganan tingkat pusat dapat disampaikan kepada kementerian atau instansi terkait sesuai tugas dan fungsi DPD RI.
Dalam dialog tersebut, General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, memaparkan progres pembangunan terminal tahap pertama yang telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen. PT Angkasa Pura Indonesia menargetkan pekerjaan fisik selesai pada akhir Desember 2026, sedangkan terminal baru dan garbarata ditargetkan dapat beroperasi paling lambat akhir Januari 2027.
Trisna menjelaskan, setelah pembangunan fisik selesai, pihak bandara akan mengurus perizinan dan memenuhi prosedur operasional. Persiapan juga mencakup penataan posisi parkir pesawat serta penyediaan *pushback car* untuk mendukung operasional pesawat saat menggunakan fasilitas garbarata.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan berharap pembangunan tersebut berjalan sesuai target agar masyarakat segera merasakan manfaat peningkatan fasilitas bandara. Ia mengajak masyarakat terus memberikan dukungan dan mendoakan agar proses pembangunan serta persiapan operasional berjalan lancar.
“Tekadnya sudah ada, niatnya sudah ada, progresnya sudah ada. Kita doakan agar dimudahkan,” kata Helmi.

Berita Terbaru
Capai Progres 90 Persen, Garbarata Bandara Fatmawati Soekarno Ditargetkan Beroperasi Januari 2027
KPID Bengkulu Bedah Revisi UU Penyiaran
Senator Destita Ajak Munas XI PPNI Tingkatkan Kesejahteraan Perawat
Munas XI PPNI Dongkrak Ekonomi Bengkulu
Lindungi Anak dari Risiko Digital, Pemerintah Ajak Keluarga Bangun Kebiasaan di Luar Layar
Senator Destita Siap Dukung IKA Semaku Jadi Wadah Perkuat Pembangunan Daerah