Jakarta – Ditengah daya beli masyarakat yang belum juga membaik serta dampak “erupsi ekonomi digital” yang membuat omzet pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM menurun, kondisi serupa juga dirasakan oleh pedagang di 17 ribu pasar tradisional di seluruh Indonesia.
Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., menegaskan perlunya terobosan nyata untuk mendongkrak daya jual dan roda ekonomi rakyat. “Harus ada penggelontoran dana segar dari pemerintah dan dunia perbankan. Selain itu, PKL-UMKM juga perlu inovasi tematik usaha agar lebih efektif,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Sebagai langkah konkret, Ali Mahsun memerintahkan jajaran APKLI-P menggelar Gebyar PKL UMKM secara nasional dengan melibatkan pemerintah, BUMN/BUMD, swasta, serta pemangku kepentingan daerah. Gerakan ini akan digelorakan melalui Gerakan Pasar Rakyat (GPR), revitalisasi berbasis inovasi tematik, dan integrasi pasar rakyat dengan dukungan teknologi digital.
“Tujuannya bukan hanya mendongkrak daya jual dan memajukan usaha rakyat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, dan menekan angka kemiskinan. Ini langkah mendasar dan strategis agar Indonesia sukses menyongsong puncak bonus demografi 2030, yang menuntut hadirnya 100 juta PKL UMKM unggul,” tegas dokter ahli imunologi lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta itu.
Ali Mahsun juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Menteri Keuangan RI, Purbaya, yang menggelontorkan Rp200 triliun ke sektor perbankan serta mempercepat realisasi belanja pemerintah. Ia berharap langkah tersebut segera meningkatkan perputaran likuiditas di perekonomian nasional.
“Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, harus lebih proaktif memberi ruang bagi PKL-UMKM. Begitu juga BUMN, BUMD, dan pihak swasta. Jika semua bergerak, daya beli masyarakat akan naik, omzet PKL-UMKM meningkat, dan pertumbuhan ekonomi nasional 6–7 persen bisa tercapai,” tambah pria asal Mojokerto, Jawa Timur, yang juga menjabat sebagai Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) dan Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS).
Lebih jauh, Ali Mahsun mengingatkan agar para pelaku PKL-UMKM tidak terprovokasi situasi pasca kerusuhan dan adanya upaya makar terhadap NKRI.
“Fokuslah mencari rezeki halal untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Perkuat kekeluargaan, gotong royong, serta jaga persatuan bangsa. Hidup aman, damai, sentosa, dan sejahtera adalah harapan kita semua,” pungkasnya.

Berita Terbaru
Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme
Polri Ungkap TPPO Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Lima Laporan Polisi Ditangani
Program Bantu Rakyat, Pemprov Bengkulu dan Baznas Salurkan Sembako untuk Lansia di Bumi Ayu
Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam
Wagub Minta ASN dan Kepala OPD Totalitas Bantu Rakyat
Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun, LKBH UIN Jakarta Soroti Praktik Poligami Siri