Bengkulu – Dugaan keracunan makanan terjadi di SMPN 3 Kembang Sri, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (23/4/2026). Sebanyak tujuh siswa dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Pemerintah Provinsi Bengkulu langsung merespons kejadian tersebut. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan tim kesehatan telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pemantauan korban.
“Tim sudah ke lokasi dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium,” ujar Nelly.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat para siswa mengonsumsi makanan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala seperti mual, pusing, dan muntah mulai dirasakan sekitar pukul 12.00 WIB. Penanganan awal dilakukan petugas surveilans Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah pada pukul 13.30 WIB.
Dari tujuh korban, dua siswa menjalani perawatan dengan infus di Klinik Rizki, sementara lima lainnya hanya menjalani observasi. Seluruh korban merupakan siswa laki-laki dengan rentang usia 10 hingga 19 tahun.
Menurut Nelly, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium BPOM untuk diperiksa guna memastikan penyebab kejadian.
“Penetapan status KLB masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.
Saat ini, kondisi para siswa terus dipantau dan pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah lanjutan.

Berita Terbaru
Astronom Temukan Planet Diduga Kaya Karbon di Angkasa, Dijuluki Planet Berlian
25 Atlet Seluma Ikuti POPDA Bengkulu 2026, Turun di Lima Cabor
Desa Bukit Peninjauan II Dinilai sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026
Baznas Bengkulu Salurkan Kursi Roda untuk Lansia 58 Tahun di Seluma
Setelah 8 Tahun Vakum, Kombes Hasan Siapkan Road Race Padang Harapan Jadi Arena Balapan Awal 2027
BOTASUPAL Bengkulu Musnahkan 1.398 Lembar Uang Palsu