Mukomuko – Penguatan produk berciri khas daerah menjadi salah satu hal yang disoroti Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., saat menemui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Mukomuko, Senin 18 Oktober 2026.

Dalam pertemuan di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko tersebut, Destita berdialog langsung dengan pelaku usaha untuk menggali kondisi dan perkembangan UMKM. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian disertasi untuk menyelesaikan pendidikan doktor (S3) di Universitas Pancasila, Jakarta.

Destita mengatakan, penelitian tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami lebih dekat potensi dan persoalan UMKM di Provinsi Bengkulu. Gambaran yang diperoleh di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong pengembangan usaha ke depan.

“Penelitian ini untuk tugas pendidikan S3. Dari sini saya ingin mengetahui juga seperti apa gambaran UMKM kita. Setelah mengetahui seperti apa, maka ke depan bisa dilakukan upaya lebih baik untuk kemajuannya,” kata Destita.

Baca Juga:  AMJ Kawal Kasus Perampasan HP Wartawati Saat Liput Dugaan Pungli di Pantai Zakat

Saat berdialog dengan pelaku usaha, Destita menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan konsistensi dalam menjalankan usaha. Menurutnya, pelaku UMKM juga perlu mengangkat kekhasan daerah sebagai identitas produk agar lebih mudah dikenal konsumen.

Ia mencontohkan sambal lokan sebagai salah satu produk yang dapat merepresentasikan potensi kuliner Mukomuko. Produk dengan identitas lokal yang kuat dinilai memiliki peluang untuk membangun daya tarik tersendiri di pasar.

“Kuncinya bagaimana kita fokus dan mengedepankan kualitas dari produk UMKM yang digeluti. Nuansa kedaerahan penting dari usaha UMKM, seperti sambal lokan, itu bagus. Karena saat bicara sambal lokan, orang langsung ingat Mukomuko,” ujarnya.

Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten Mukomuko, Safriadi, S.H., mengatakan, kehadiran Destita memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai masukan dan kendala yang mereka hadapi. Selain melakukan penelitian, Destita juga memberikan motivasi kepada peserta pertemuan agar terus mengembangkan usaha.

Safriadi menilai, komunikasi langsung antara wakil daerah dan pelaku UMKM penting untuk mengetahui kebutuhan nyata di lapangan. Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi perhatian dalam upaya memperkuat sektor UMKM di Mukomuko.

Baca Juga:  Iyud Dwi Mursito Daftar Calon Ketua PWI Bengkulu, Usung Penguatan SDM Wartawan

“Ini sangat bagus. Tadi para pelaku usaha kita tampak senang dan menerima banyak masukan serta semangat dari Ibu Destita,” kata Safriadi.

Ia berharap, berbagai masukan yang disampaikan pelaku usaha dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kewenangan yang ada. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penelitian, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan UMKM di Mukomuko dan Provinsi Bengkulu secara lebih luas.