Bengkulu – Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan terus menggeber pembangunan jalan mulus di Provinsi Bengkulu. Program yang menjadi salah satu janji kampanyenya itu kini menyasar sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Raya Rawa Makmur di dalam Kota Bengkulu.

Sebelumnya, pembangunan dan perbaikan jalan telah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah. Kini, giliran Jalan Raya Rawa Makmur yang mulai dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

Pembangunan Jalan Raya Rawa Makmur tidak hanya bertujuan membuat jalan lebih mulus, tetapi juga memperkuat konstruksi agar lebih tahan terhadap dampak banjir. Dengan begitu, jalan diharapkan lebih awet dan dapat menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Program jalan mulus menjadi salah satu prioritas Gubernur Helmi Hasan pada tahun pertama pemerintahannya. Saat itu, anggaran APBD yang dialokasikan untuk pembangunan jalan di seluruh Provinsi Bengkulu mencapai hampir Rp600 miliar. Komitmen tersebut berlanjut pada tahun kedua, dengan alokasi anggaran pembangunan jalan hampir Rp400 miliar.

Baca Juga:  Kejuaraan Provinsi PBSI Bengkulu 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan 232 Atlet

Sementara itu, berdasarkan estimasi, dibutuhkan anggaran hingga Rp2,5 triliun untuk membuat seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam kondisi mulus.

“Pembangunan jalan mulus akan terus kita lanjutkan sampai semua jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam kondisi mulus,” ujar Helmi Hasan.

Jalan Mulus Dorong Perputaran Ekonomi

Program pembangunan jalan mulus tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara, kondisi jalan yang lebih baik dinilai dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta mendorong perputaran ekonomi daerah.

Salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat adalah tersedianya jalur alternatif perjalanan Bengkulu–Lubuk Linggau melalui wilayah Kepahiang. Selain jalur utama via Curup, masyarakat kini memiliki pilihan rute melalui Kabawetan, Kepahiang, hingga Sindang Dataran dan Binduriang.

Arwan (48), warga yang kerap melintasi jalur Bengkulu–Lubuk Linggau, mengaku terbantu dengan adanya jalur alternatif tersebut.

“Kami yang biasa bepergian dari Lubuk Linggau ke Bengkulu sangat terbantu dengan adanya jalan alternatif ini karena bisa memangkas waktu tempuh. Artinya, biaya BBM juga bisa lebih hemat. Yang pasti, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.

Baca Juga:  BWSS 7 Bengkulu Gelar Susur Sungai dan Tanam Pohon Peringati Hari Bakti PU 2025

Menurut Arwan, keberadaan jalur alternatif yang didukung kondisi jalan lebih baik dapat memperlancar aktivitas masyarakat dan meningkatkan perputaran uang di daerah.

“Lanjut terus, Pak Gubernur. Masyarakat sangat mendukung program jalan mulus,” katanya.

Selain di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong, pembangunan dan perbaikan jalan juga telah dilakukan di kawasan Lubuk Sini, Kabupaten Bengkulu Tengah, serta sejumlah ruas jalan lainnya.

Eka, warga Bengkulu Tengah, menyambut baik perbaikan jalan yang mulai dirasakan masyarakat di wilayahnya.

“Alhamdulillah, sekarang jalan-jalan yang dulu rusak sudah mulai banyak diperbaiki,” ujarnya.

Pembangunan jalan mulus di berbagai wilayah ini diharapkan terus berlanjut sehingga akses transportasi semakin lancar, biaya perjalanan lebih efisien, dan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkulu semakin berkembang. (*)