Bengkulu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu telah menjangkau 379.081 penerima manfaat hingga awal Oktober 2026. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat anggaran yang telah disalurkan untuk mendukung program tersebut mencapai Rp833,82 miliar.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan perluasan program MBG terus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pelaksanaan program perlu diiringi penguatan tata kelola, pengawasan, dan pemenuhan standar keamanan pangan.

“Hingga awal Oktober 2026, pemanfaat program MBG telah mencapai 379.081 orang dengan total anggaran yang telah disalurkan mencapai Rp833,82 miliar,” kata Zaid.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG di Bengkulu telah menjangkau seluruh 10 kabupaten dan kota hingga Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

Berdasarkan data DJPb Bengkulu, terdapat 175 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 143 SPPG telah beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Dicopot

Zaid menegaskan, pengembangan program MBG juga diarahkan agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat daerah. Salah satu caranya melalui penguatan kemitraan antara SPPG dengan petani, peternak, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok bahan baku makanan.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program dapat membuka peluang pasar bagi produk pertanian, peternakan, dan usaha pangan daerah. Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan penerima makanan bergizi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga awal Oktober 2026, pelaksanaan program MBG di Bengkulu juga tercatat menyerap 7.360 tenaga kerja dan melibatkan 1.094 pemasok bahan baku makanan. Angka tersebut menunjukkan keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha dalam mendukung operasional program.

DJPb Bengkulu menekankan bahwa perluasan program harus tetap memperhatikan kualitas layanan, keamanan pangan, serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Pengawasan yang berkelanjutan diperlukan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

Dengan bertambahnya jangkauan penerima manfaat dan keterlibatan pelaku usaha lokal, program MBG diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus memperkuat perekonomian daerah di Provinsi Bengkulu.

Baca Juga:  Program MBG Lebih Aman, SDN Ngupasan Luncurkan Dapur Sekolah